Third Wave Roast

Apa itu Third Wave Roast?

Jika kamu mencari definisi “Third Wave Roast” di Google dan justru berakhir bingung dengan “Third Wave Coffee” dan segala sejarah eranya yang berbeda-beda, kamu tidak sendirian. Kita akan menjelaskan sejarah dan definisinya menurut pendiri Quintino’s Coffee, Joseph Tarquinio atau yang lebih dikenal dengan nama Roaster Joe.

Pertama, perbedaan gelombang(wave), secara singkat, komoditas kopi bermerk yang ada di rak supermarket dari sekitar tahun 1950-an keatas adalah gelombang pertama(1st Wave coffee). Pada gelombang ini, kopi instan mulai diperkenalkan, dan orang-orang cenderung memilih dan membeli kopi yang lebih mahal untuk dibawa pulang dan dinikmati.

Gelombang kedua(2nd Wave Coffee) ditandai dengan mulai berkembangnya kafe premium seperti Starbucks yang menawarkan kopi specialty(spesial) dari tahun 1990 dan seterusnya. Kafe-kafe ini menawarkan beragam kopi yang berasal dari berbagai belahan dunia. Mereka menyediakan tempat untuk mempelajari lebih dalam sambil menikmati kopi berkualitas yang mereka sediakan, mulai dari asal biji kopi, karakter sampai metode penyajian di dalam lingkungan café yang nyaman, tentunya ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para penikmat kopi, dan menjadi awal baru berkembangnya kultur coffee shop. Disaat yang sama, “gelombang ketiga” ini juga semakin menonjolkan penyajian kopi ala Italia seperti espresso dan cappuccino yang sebelumnya sudah menjadi ciri khas kedai kopi kecil di seluruh dunia selama lebih dari 100 tahun.

Third Wave Coffee(gelombang ketiga) dimulai sekitar awal tahun 2000. Dengan permintaan yang meningkat secara dramatis untuk kopi berkualitas yang lebih tinggi, para pelopor produsen kopi mulai mengunjungi negara-negara asal kopi dan para pedagang di sana secara langsung. Karena rantai pasokan yang lebih baik dan terkontrol akan menghasilkan kopi yang lebih baik pula. Dengan mengunjungi negara asal dan melakukan cupping di lokasi perusahaan perdagangan secara langsung, kualitas biji kopi akan lebih terkontrol. Cupping sendiri adalah prosedur standar untuk menilai kualitas biji kopi hijau sebelum dibeli. Saat kopi di-roast untuk cupping, kopi selalu dipanggang dengan waktu yang lebih singkat atau lebih dikenal dengan istilah “light roast”.

Dengan cara ini, jika ada cacat pada biji kopi hijau, rasanya akan menonjol dan sangat mudah dikenali, karena rasa biji yang rusak/defect akan merusak keseluruhan rasa kopi dalam satu batch produksi.

Lalu apa kaitan Third Wave Coffee dengan Third Wave Roast?

Nah,para pembeli di era ini(Third wave) yang menjadi roaster kemudian mulai mempromosikan kopi yang diproses secara light roast untuk penggunaan komersial, karena itulah metode ini dikenal sebagai Third Wave Roast.

Keunggulan utama kopi Third Wave Roast adalah kita bisa mencicipi karakter kopi yang sebenarnya. Sedangkan metode pemanggangan yang lebih gelap(dark roast) akan menyembunyikan, atau menyamarkan kualitas biji yang cacat dan mengubah profil rasa pada Body. Pemanggangan(Roasting) yang lebih gelap akan mengkaramelisasi gula dalam biji kopi dan menurunkan tingkat keasamannya. Biasanya metode pemanggangan yang lebih gelap ini sangat cocok untuk membuat espresso.

Karakter yang sangat menonjol dari kopi Third Wave Roast :

Acidity tinggi, Aftertaste bersih, Body rendah

Fruity

– Keasaman kopi Third Wave Roast sangat cocok untuk digunakan pada cappucino dan kopi saring(filter brew).

Sebaiknya anda menggunakan biji kopi hijau berkualitas tinggi karena jika ada biji yang cacat(defect) dari segi rasa akan sangat kentara. Itulah mengapa kadang-kadang orang salah mengartikan Third Wave Roast dengan specialty coffee, karena specialty coffee menggunakan kopi yang juga berkualitas tinggi yang sangat rendah cacatnya(defect). (Cacat busuk, pecah, rusak akibat serangga, pada dasarnya biji yang defect sangat tidak baik untuk kesehatan dan rasanya tidak enak).

 

Quintino’s Grade

 

Di Quintino’s, kami biasanya memanggang dengan tingkat sedang (City Roast) karena di tingkat ini kadar gula dalam biji kopi akan menjadi karamel dan memberikan Body yang lebih manis dan kuat. Dan karakter City Roast ini juga cocok dengan kebanyakan metode coffee brewing, mulai dari menggunakan mesin kopi hingga filter brew.

Perlu diingat bahwa tidak ada yang benar atau salah dalam metode-metode Roasting tadi, baik anda suka light roast, medium roast ataupun dark roast, ini cuma masalah preferensi selera pribadi.

Quintino’s sekarang merilis kopi Third Wave Roast ini untuk pecinta Light Roast dengan standar kualitas kami. Dan seperti yang sudah semua orang tahu, kami hanya menggunakan kopi grade 1 atau Specialty coffee dalam semua proses roasting kami, jadi kami tidak hanya menawarkan kopi Third Wave Roast , kami dengan yakin menawarkan pengalaman yang unik untuk para pecinta kopi.

Setelah ini, anda mungkin akan mulai mendengar tentang pembicaraan kopi gelombang keempat(4th Wave Coffee), kelima(5th Wave Coffee), atau pembelian langsung dari petani(farmers direct), semua itu berhubungan dengan pemrosesan kopi mulai dari penumbuhan sampai pemrosesan buah menjadi biji hijau. Ini semua tentang mengembangkan pasokan biji kopi berkualitas secara berkesinambungan. Dan inilah yang Quintino’s lakukan sejak tahun 2005, dan kenapa kami melakukan semua ini di pulau Jawa, agar tetap dekat dengan para Petani kopi.

 

 

Joe Tarquinio, Founder of Quintino’s Coffee